Ketua DPRD Kukar Dorong Erau Jadi Event Tingkat Provinsi Kaltim
Salah Satu
Rangkaian Adat Erau
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendorong agar pelaksanaan Erau Adat Kutai tidak hanya menjadi agenda kabupaten, melainkan bisa ditingkatkan menjadi event skala provinsi yang melibatkan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Menurut Ahmad Yani, selama
ini pembiayaan dan penyelenggaraan Erau masih sepenuhnya ditanggung oleh
Pemerintah Kabupaten Kukar. Padahal, Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki
nilai sejarah dan kebudayaan yang menjadi milik masyarakat Kalimantan Timur
secara keseluruhan.
“Ke depan perlu ada tata
pelaksanaan yang lebih besar. Kukar tetap menjadi tuan rumah karena kedaton dan
pusat kerajaan ada di sini, tetapi kegiatan ini bisa bergaung ke tingkat provinsi.
Pesertanya bisa melibatkan kabupaten/kota se-Kaltim agar lebih meriah,”
ujarnya.
Ia menilai, keterlibatan
Pemprov Kaltim sangat penting untuk memperluas dampak positif Erau. Dengan
begitu, ajang ini tidak hanya sekadar pesta budaya lokal, tetapi juga menjadi
wadah silaturahmi, kolaborasi, dan promosi budaya antar daerah di Kaltim.
“Kalau sudah ada
kolaborasi dengan provinsi, gaungnya akan lebih besar. Partisipasi masyarakat
pun semakin luas, tidak hanya di Kukar, tetapi juga dari seluruh Kalimantan
Timur,” tambahnya.
Ahmad Yani optimis, dengan
dukungan Pemprov Kaltim, Erau dapat berkembang menjadi event berskala nasional
bahkan internasional. Apalagi, kehadiran gubernur, wakil gubernur, hingga
perwakilan kementerian pada pembukaan Erau 2025 menunjukkan besarnya perhatian
pemerintah terhadap acara ini.
“Kalau gaungnya
diperbesar, wisatawan pun bisa semakin tertarik. Erau bisa menjadi ikon budaya
Kalimantan Timur yang mendunia,” tegasnya.
Selain itu, ia menyebutkan
bahwa DPRD Kukar akan terus mendukung dari sisi anggaran daerah melalui APBD.
Namun, sinergi dengan Pemprov Kaltim dinilai akan semakin memperkuat
penyelenggaraan dan pengembangan strategi pariwisata berbasis budaya.
“Pesta adat ini adalah
warisan leluhur yang sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda. Untuk
melestarikannya, kita perlu sinergi antara kabupaten dan provinsi agar
manfaatnya lebih luas,” pungkas Ahmad Yani.(adv)